Bagian 1 · 20 Istilah

Kategori 5: Proposal, Pricing & Contract

Istilah terkait dokumen bisnis, penentuan harga, dan kontrak yang menjadi bagian penting dalam memformalkan kerja sama dengan klien.


91. Business Proposal

Dokumen formal yang berisi penawaran solusi, ruang lingkup pekerjaan, manfaat, serta rincian kerja sama yang ditawarkan kepada calon klien, idealnya disusun setelah proses discovery berhasil menggali kebutuhan spesifik mereka, bukan berupa template generik yang sama untuk semua klien.


Implementasi Praktis

Setelah discovery meeting mengungkap bahwa calon klien kesulitan mengelola data pelanggan yang tersebar di banyak platform, seorang BD menyusun business proposal yang secara spesifik menjelaskan solusi integrasi data, bukan menawarkan seluruh paket layanan yang dimiliki perusahaan.

92. Proposal Deck

Dokumen presentasi berbasis slide yang digunakan untuk menjelaskan penawaran kerja sama secara visual, membantu calon klien memahami proposal dengan lebih cepat dibanding hanya membaca dokumen teks panjang.


Implementasi Praktis

Seorang BD mempresentasikan proposal menggunakan proposal deck yang berisi profil perusahaan, ringkasan masalah klien, solusi yang ditawarkan, timeline, dan estimasi hasil, disusun dengan visual yang jauh lebih mudah dicerna dibanding dokumen proposal formal yang lebih rinci.

93. Company Profile

Dokumen yang memperkenalkan identitas perusahaan, mencakup layanan, pengalaman, portofolio, dan pencapaian yang dimiliki, digunakan pada tahap awal interaksi untuk membangun kredibilitas sebelum pembahasan kebutuhan spesifik dimulai.


Implementasi Praktis

Sebelum meeting pertama dengan calon klien di sektor pendidikan, seorang BD mengirimkan company profile yang secara khusus menonjolkan portofolio dan klien dari sektor pendidikan, agar relevansi pengalaman perusahaan lebih mudah terlihat.

94. Scope of Work (SOW)

Penjelasan rinci mengenai ruang lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan, mencakup aktivitas, tanggung jawab, dan batasan layanan, termasuk secara eksplisit menyebutkan apa yang tidak termasuk dalam kerja sama untuk mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.


Implementasi Praktis

Dalam sebuah proposal jasa digital marketing, SOW secara eksplisit menyebutkan bahwa pembuatan konten visual tidak termasuk dalam paket, sehingga klien tidak berasumsi hal itu otomatis tercakup dan menuntutnya saat implementasi berjalan.

95. Deliverables

Hasil akhir atau output konkret yang akan diberikan kepada klien sesuai dengan ruang lingkup kerja yang telah disepakati, biasanya dicantumkan secara spesifik dan terukur agar kedua belah pihak memiliki ekspektasi yang sama tentang apa yang akan diterima.


Implementasi Praktis

Dalam sebuah proposal, deliverables dijelaskan secara spesifik berupa laporan performa bulanan, dashboard analitik real-time, dan rekomendasi strategi setiap kuartal, bukan sekadar disebutkan sebagai "layanan konsultasi pemasaran" yang ambigu.

96. Timeline Project

Jadwal pelaksanaan pekerjaan yang menunjukkan tahapan serta target penyelesaian setiap aktivitas proyek, idealnya sudah dikonfirmasi dengan tim implementasi sebelum dicantumkan dalam proposal agar tidak menjadi janji yang tidak realistis.


Implementasi Praktis

Seorang BD menyampaikan timeline project yang mencakup fase riset (2 minggu), implementasi awal (4 minggu), dan evaluasi (2 minggu), setelah sebelumnya dikonfirmasi dengan tim teknis agar estimasi ini benar-benar bisa dipenuhi.

97. Pricing Strategy

Pendekatan yang digunakan perusahaan dalam menentukan harga produk atau layanan berdasarkan nilai yang diberikan kepada pelanggan, mempertimbangkan faktor seperti biaya produksi, harga kompetitor, dan daya beli target pasar.


Implementasi Praktis

Sebuah agency digital marketing menerapkan pricing strategy berbasis paket bertingkat (dasar, menengah, premium), memungkinkan calon klien memilih sesuai anggaran tanpa harus merasa dipaksa mengambil paket termahal.

98. Pricing

Nilai biaya konkret yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk atau layanan tertentu, ditentukan berdasarkan pricing strategy yang sudah disusun perusahaan dan disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan spesifik tiap klien.


Implementasi Praktis

Sebelum mengirim proposal, seorang BD memastikan pricing yang dicantumkan sudah sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan yang disepakati saat discovery, bukan menggunakan angka standar yang belum tentu relevan dengan kebutuhan spesifik klien tersebut.

99. Quotation (Price Quotation)

Dokumen resmi yang berisi rincian harga produk atau layanan beserta ketentuan yang berlaku, termasuk masa berlaku penawaran, biasanya diberikan setelah calon klien menunjukkan ketertarikan konkret sebagai bagian dari proses negosiasi.


Implementasi Praktis

Setelah calon klien meminta rincian biaya secara spesifik, seorang BD mengirim quotation yang mencantumkan harga per item layanan beserta masa berlaku penawaran selama 14 hari, sebagai acuan konkret sebelum masuk ke tahap kontrak.

100. Cost Estimation

Proses internal memperkirakan biaya yang diperlukan untuk menjalankan suatu proyek atau memberikan layanan kepada klien, dilakukan sebelum menentukan harga penawaran agar harga yang ditetapkan tetap menguntungkan perusahaan tanpa merugikan klien secara berlebihan.


Implementasi Praktis

Sebelum menentukan harga penawaran untuk proyek implementasi sistem CRM, seorang BD berkoordinasi dengan tim teknis untuk menghitung cost estimation, mencakup biaya lisensi software, waktu kerja tim, dan biaya operasional lain.

101. Discount

Pengurangan harga yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan syarat atau kebijakan tertentu, seperti komitmen kontrak jangka panjang atau volume pembelian besar, sebaiknya diberikan secara terukur dan tidak sembarangan agar tidak merusak persepsi nilai produk.


Implementasi Praktis

Seorang BD memberikan diskon 10% khusus untuk klien yang bersedia menandatangani kontrak tahunan dibanding bulanan, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen jangka panjang tanpa harus menurunkan harga secara sembarangan untuk semua klien.

102. Payment Terms

Ketentuan mengenai cara, waktu, dan mekanisme pembayaran yang disepakati oleh kedua belah pihak, penting dicantumkan secara jelas dalam proposal atau kontrak untuk menghindari kebingungan atau keterlambatan pembayaran di kemudian hari.


Implementasi Praktis

Dalam sebuah proposal proyek besar, payment terms dijelaskan secara rinci: 30% down payment di awal, 40% pada pertengahan proyek, dan 30% setelah penyelesaian, memberi kejelasan aliran kas bagi kedua belah pihak.

103. Down Payment (DP)

Pembayaran sebagian dari total nilai transaksi yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai, berfungsi sebagai bentuk komitmen dari klien sekaligus membantu perusahaan mengelola arus kas di awal proyek sebelum pekerjaan sepenuhnya selesai.


Implementasi Praktis

Sebuah perusahaan meminta DP sebesar 50% sebelum memulai proyek pengembangan website, memastikan klien serius menjalankan kerja sama sekaligus memberi modal awal bagi tim untuk mulai bekerja.

104. Invoice

Dokumen penagihan resmi yang berisi rincian pembayaran yang harus dilakukan pelanggan, diterbitkan setelah ada kesepakatan yang jelas mengenai transaksi, berbeda dari quotation yang sifatnya masih berupa penawaran belum mengikat.


Implementasi Praktis

Setelah proyek memasuki tahap pembayaran termin kedua sesuai payment terms yang disepakati, tim keuangan mengirim invoice yang mencantumkan jumlah tagihan, tanggal jatuh tempo, dan detail rekening pembayaran.

105. Purchase Order (PO)

Dokumen resmi dari pihak pembeli yang menyatakan persetujuan untuk membeli produk atau layanan sesuai ketentuan yang telah disepakati, umum digunakan dalam transaksi B2B sebagai dasar formal sebelum proses pengerjaan atau pengiriman dimulai.


Implementasi Praktis

Setelah proposal disetujui secara internal oleh divisi procurement klien, mereka mengirimkan Purchase Order kepada BD sebagai dasar resmi untuk memulai proses kerja sama, sebelum invoice maupun kontrak detail disusun.

106. Contract

Perjanjian tertulis yang mengatur hak, kewajiban, tanggung jawab, dan ketentuan kerja sama antara dua pihak atau lebih secara resmi dan mengikat secara hukum, disusun setelah negosiasi mencapai kesepakatan final.


Implementasi Praktis

Sebelum proyek dimulai, seorang BD memastikan seluruh pihak sudah menandatangani contract yang mencakup ruang lingkup, timeline, harga, dan konsekuensi bila salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban yang disepakati.

107. Memorandum of Understanding (MoU)

Dokumen kesepahaman awal yang menunjukkan komitmen kedua belah pihak sebelum perjanjian yang lebih rinci dan mengikat secara hukum disusun, umum digunakan pada tahap awal partnership ketika kedua pihak masih saling menjajaki keseriusan.


Implementasi Praktis

Sebuah perusahaan menandatangani MoU dengan calon partner strategis untuk menyepakati arah kerja sama secara prinsip, sebelum menyusun kontrak kerja sama jangka panjang yang lebih detail di kemudian hari.

108. Service Level Agreement (SLA)

Dokumen yang menjelaskan standar kualitas layanan, target kinerja, dan tanggung jawab penyedia layanan kepada pelanggan, biasanya mencantumkan metrik terukur seperti waktu respons atau tingkat ketersediaan layanan.


Implementasi Praktis

Dalam SLA sebuah perusahaan software, dijelaskan bahwa waktu respons maksimal terhadap keluhan pelanggan adalah 24 jam kerja, dan bila terlampaui, klien berhak mendapat kompensasi berupa perpanjangan masa layanan.

109. Non-Disclosure Agreement (NDA)

Perjanjian yang mewajibkan para pihak menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh selama proses kerja sama, penting digunakan ketika pertukaran data sensitif diperlukan sebelum kerja sama resmi dimulai.


Implementasi Praktis

Sebelum berbagi data penjualan internal untuk membantu BD menyusun proposal yang tepat, sebuah perusahaan meminta calon partner menandatangani NDA terlebih dahulu, memastikan data tersebut tidak bocor ke pihak yang tidak berkepentingan.

110. Terms and Conditions (T&C)

Ketentuan yang mengatur hak, kewajiban, batasan layanan, serta aturan yang berlaku selama kerja sama berlangsung, biasanya dilampirkan dalam kontrak atau dokumen kerja sama sebagai rujukan bila terjadi perselisihan.


Implementasi Praktis

Seorang BD memastikan klien membaca dan menyetujui seluruh T&C, termasuk kebijakan pembatalan dan konsekuensi keterlambatan pembayaran, sebelum kontrak akhirnya ditandatangani kedua belah pihak.